You are heree-JEMMI No.52 Vol.05/2002 / The Voice of the Martyrs (VOM)

The Voice of the Martyrs (VOM)


Dengan berkantor pusat di Bartlesville, Oklahoma, ditambah dengan tiga puluh kantor cabang internasional dan tim sukarelawan yang berhati melayani, The Voice of the Martyrs menjalankan pelayanannya. The Voice of Martyrs merupakan sebuah organisasi nonprofit interdenominasi yang memunyai visi membantu orang-orang Kristen di seluruh dunia yang dianiaya karena iman mereka kepada Yesus, memenuhi Amanat Agung, dan mendidik dunia akan adanya penganiayaan terhadap orang-orang Kristen melalui publikasi gratis yang mereka terbitkan. Organisasi yang didirikan oleh Pendeta Richard Wurmbrand lebih dari tiga puluh tahun yang lalu ini, kini melayani di lebih dari empat puluh negara. Tujuan VOM didasarkan pada Ibrani 13:3, di antaranya adalah (1) untuk mendorong dan menguatkan orang Kristen dalam memenuhi Amanat Agung di tempat mereka dianiaya karena iman mereka; (2) memberi penghiburan kepada keluarga martir; dan (3) memperlengkapi orang Kristen untuk memenangkan orang-orang yang memusuhi mereka bagi Kristus. Ingin mengenal lebih jauh tentang organisasi ini dan apa yang telah mereka lakukan untuk memenuhi Amanat Agung? Segeralah kunjungi situsnya lewat alamat di atas.

==> http://www.persecution.com/

e-JEMMi 7/2008



Pelayanan organisasi "The Voice of The Martyrs" ditujukan khusus bagi gereja-gereja teraniaya. Lima tujuan utama dari pelayanan "The Voice of The Martyrs" adalah:

  1. Membagikan Alkitab, literatur, dan siaran radio Kristen dalam berbagai bahasa di negara-negara yang tertutup bagi Injil.

  2. Memberikan bantuan bagi keluarga-keluarga martir Kristen di daerah-daerah tersebut di seluruh dunia.

  3. Mendorong semangat dan membantu membangun kembali kehidupan dan kesaksian mereka yang ada di negara-negara yang menderita akibat penindasan komunis.

  4. Memenangkan orang-orang yang menentang Injil.

  5. Menginformasikan tentang penganiayaan yang dialami umat Kristen serta keberanian dan iman orang-orang Kristen yang teraniaya.

Organisasi "Kasih dalam Perbuatan" yang merupakan bagian dari "The Voice of The Martyrs" di Indonesia, dapat dihubungi melalui email di alamat: [voice(at)mitra.net.id]

==> http://www.persecution.com/

e-JEMMi 45/2002



Desember merupakan bulan yang tepat untuk menjangkau dan memberkati orang-orang tertentu dan keluarga-keluarga secara individual, dalam nama Tuhan Yesus. Berikut ini adalah beberapa cara di mana Anda dapat terlibat dalam pelayanan dan menolong gereja-gereja teraniaya di bulan Natal ini bersama dengan Voice of The Martyrs.

  1. Selimut-selimut kasih untuk Sudan -- kirimkan sebuah selimut untuk seorang pengungsi di Sudan Selatan yang sering kali tidak memiliki apapun untuk melindungi diri dari dinginnya malam.

  2. Paket Tindakan bagi Pakistan -- isi satu tas khusus dengan pakaian, permainan, dsb. atau benda-benda dalam daftar panduan Paket Tindakan yang Anda telah terima dan setujui bersama. Sebuah keluarga di Pakistan akan membuka paket khusus kiriman Anda seperti yang telah Anda siapkan.

  3. Program Pendukung Pendeta dengan memberikan komitmen keuangan bulanan. Dengan demikian Anda dapat mendukung seorang pendeta yang melayani di negara-negara tertutup Injil yang ada di wilayah Kolumbia sampai ke China. Anda akan menerima foto-foto dan surat dari mereka.

[Redaksi: Tidak hanya di luar negeri saja, Anda juga bisa menerapkan ajakan memberi dan melayani dari organisasi Voice of The Martyrs di Indonesia.

  1. Saat ini ada beberapa bencana alam terjadi di beberapa tempat di Indonesia seperti: letusan G. Papandayan, di Jawa Barat; tanah longsor di Pacet, Jawa Timur; atau banjir di Jakarta dan Jawa Timur. Selain itu, hampir di setiap provensi Indonesia, juga ada banyak bencana non alam yang terjadi seperti: peledakan bom di beberapa tempat, pembakaran desa/hutan, perang dan pengungsi, dsb.. Bagaimana/kapan Anda secara pribadi atau gereja Anda dapat ikut berpartisipasi untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami musibah tersebut?

  2. Membantu hamba-hamba Tuhan yang melayani di pelosok-pelosok desa di seluruh tanah air untuk menjangkau masyarakat/suku yang belum mengenal Injil. Momen Natal saat ini bisa menjadi sarana untuk mengingat mereka dan memberikan dukungan bagi kelanjutan pelayanan mereka.

  3. Mari kita bersama-sama menghiasi/menghargai momen Natal ini dengan semangat untuk saling memberi baik dalam hal perhatian, doa, dan juga kebutuhan jasmani bagi orang-orang Kristen yang hidup dalam kesulitan dan penderitaan karena ditolak oleh keluarga/masyarakat mereka yang berbeda agama.

Selamat melayani dan memberi.]

==> http://www.persecution.com/

e-JEMMi 52/2002