You are heree-JEMMi No. 02 Vol.21/2018 / Membayar Harga untuk Memuridkan

Membayar Harga untuk Memuridkan


Pemuridan mungkin menjadi kata yang semakin jarang kita dengar dari dalam gereja. Tidak banyak lagi gereja yang benar-benar menjadikan pemuridan sebagai fokus dalam kegiatannya. Aksi-aksi sosial, kegiatan pengumpulan dana, seminar, rapat-rapat komisi, dan berbagai kesibukan lain justru lebih sering mewarnai gereja kita hari-hari ini. Seperti halnya penginjilan, pemuridan tampaknya semakin menjadi kegiatan yang dipandang tidak penting, menarik, atau malah terlupakan. Alasan paling mungkin untuk itu adalah karena nilai-nilai dunia sudah semakin merasuki pengajaran gereja. Kita sudah terlampau nyaman dengan kehidupan kita sebagai orang percaya yang rajin beribadah ke gereja, bersekutu, memberi persembahan, dan mengikuti beberapa persekutuan doa, dan tidak lagi memiliki kerinduan atau semangat untuk melakukan penginjilan dan pemuridan. Kenyamanan hidup membuat kita tidak acuh untuk membayar harga dan melakukan apa yang menjadi panggilan Allah bagi gereja-nya.

Memandang betapa pentingnya masalah ini, edisi e-JEMMi bulan ini menyajikan artikel yang akan mengingatkan kita semua mengenai tugas dan panggilan kita dalam pemuridan. Panggilan-Nya tetap sama kepada kita sampai hari ini, yaitu menginvestasikan hidup kita untuk mengajak dan membawa orang dari setiap suku, bahasa, budaya, bangsa, dan kelompok masyarakat ke dalam tubuh Kristus supaya mereka juga dapat menjadi pengikut-Nya. Maukah kita membayar harga dan mengikuti jejak-Nya? Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.


N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
N. Risanti